Upacara Hari Penegakan Kedaulatan Negara di SMK Negeri 1 Temon
Temon, 1 Maret 2025 – SMK Negeri 1 Temon menggelar Upacara Hari Penegakan Kedaulatan Negara dalam rangka memperingati Serangan Umum 1 Maret 1949. Upacara ini dilaksanakan pada Sabtu, 1 Maret 2025, bertempat di halaman sekolah dengan diikuti oleh seluruh Bapak/Ibu Guru, Karyawan-karyawati, Pamong, serta taruna-taruni SMK Negeri 1 Temon.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Temon, yang dalam amanatnya menyampaikan amanat dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Hamengku Buwono X.
Amanat Gubernur DIY menegaskan bahwa Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan bukti perjuangan kolektif rakyat Indonesia dalam menolak penjajahan dan menegaskan bahwa Republik Indonesia tetap eksis.
Dalam perkembangannya, makna kedaulatan telah berevolusi, tidak hanya sebatas batas wilayah, tetapi juga dalam aspek politik, ekonomi, hukum, dan budaya.
- Politik: Kedaulatan berarti keberanian merumuskan kebijakan yang berpihak kepada rakyat tanpa intervensi asing.
- Ekonomi: Bangsa yang berdaulat harus mandiri dalam industri dan ketahanan ekonomi.
- Hukum: Supremasi hukum harus ditegakkan secara adil untuk melindungi rakyat.
- Budaya: Indonesia harus menjadi pelopor, bukan sekadar pengikut dalam peradaban global.
Dalam amanatnya, Gubernur DIY juga menekankan filosofi moralitas Jawa "Dharmaning Satriya Mahanani Rahayuning Negara", yang berarti bahwa menjaga kedaulatan negara adalah tugas mulia bagi setiap warga negara. Kedaulatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau militer, tetapi juga melibatkan ilmuwan, ekonom, budayawan, dan seluruh elemen masyarakat.
Semangat ini menegaskan bahwa setiap individu memiliki peran dalam membangun masa depan bangsa yang lebih mandiri dan bermartabat, dengan menjunjung tinggi nilai "Kemanusiaan yang adil dan beradab".
Sebagai penutup, Gubernur mengajak seluruh rakyat untuk merayakan Hari Penegakan Kedaulatan Negara dengan khidmat serta terus menjaga nilai-nilai perjuangan demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Upacara berlangsung dengan khidmat dengan petugas upacara berasal dari Staf Batalyon Angkatan XXI, yang dengan penuh tanggung jawab menjalankan tugasnya.
Dengan adanya upacara ini, diharapkan seluruh peserta dapat semakin memahami nilai-nilai perjuangan dan menanamkan semangat cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. Merdeka!
Diskusi (0)
Komentar Anda sedang menunggu persetujuan.
Memuat komentar...